Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 28 Maret 2016

    andri rayadi

    kenapa dalam setiap tindakan korupsi selalu saja ada yang tidak terjerat hukum yang sangat berat

  • 14 Maret 2016

    Lamhot Gultom

    Bila seorang pekerja diPHK dengan alasan mangkir/tidak masuk kerja yang dikualifikasikan sebagai mengundurkan diri apakah sah tanpa adanya penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan industrial? Tks

  • 5 April 2016

  • 23 Maret 2016

    edi sugiyanto

    selamat siang bapak/ibu.saya mau menanyakan mengenai urusan tanah keluarga kami. jadi gini sebelum 100hari bapak saya meninggal,kakak saya langsung jual tanah.otomatis saya dan saudara2 yang lain pada keberatan.kakak saya dan si pembeli itu transakasi jual beli seperti beli tempe.istilahnya tidak ada persetujuan dari keluarga. yang saya tanyakan.bisa enggak tanah itu kami ambil lagi dan uang si pembeli kami kembalikan? kalau secara baik2 si pembeli tidak mau,dan bisa di pidana enggak? jelas2 tanah itu selama ini kami tinggali karena posisi tanah yang dijual tanah yang ada bangunan rumah.meskipun secara belum sah rencan tanah itu jatah untuk kakak saya. terimakasih mohon dibantu

  • 7 Maret 2016

    deky

    apa sangsi jika pengedar narkoba di tngkap ?

  • 7 Maret 2016

    Novry Rantung

    Suami isteri WNI memiliki 5 orang anak, salah satu anak mereka tinggal diluar negeri (USA) dan telah menjadi Warga Negara Amerika, saat ini suami isteri tersebut telah meninggal dunia dan meninggalkan 5 orang anak tersebut serta meninggalkan harta warisan berupa 5 bidang tanah berstatus hak milik (SHM), apakah anak yang berstatus sebagai warga negara asing tersebut berhak memperoleh bagian warisan/harta peninggalan dari mendiang suami isteri tersebut, tks ;

  • 2 Juli 2015

    nadia

    bagaimana perlindungan hukum bagi nasabah korban kejahatan carding dan dasar hukumnya ?

  • 13 Agustus 2015

    sentot maryono

    anak saya umur 5 tahun sekolah di tk, saya menjemput terlambat 1 jam dari jam pulang dikarenakan ada keperluan yang tidak dapat saya tinggalkan, sesampainya di sekolah saya menemukan anak saya terluka parah, waktu bermain di lingkungan sekolah, kemungkinan kejadian terjadi selepas jam pulang sekolah, di sekolah sendiri guru pengajar masih ada, saya bertanya tentang kejadian anak saya ke pada guru yang ada di sekolah, jawabannya tidak tahu akan kejadian tersebut? yang jadi pertanyaan saya apakah selepas jam pulang sekolah pihak sekolah tidak bertanggung jawab atas anak saya? apakah saya bisa menuntut pihak sekolah untuk bertanggung jawab atas keteledoran yang telah terjadi? terima kasih atas segala jawabannya.

  • 6 September 2015

    dody decafrio

    apakah eksekusi barang jaminan yang sudah memiliki sertifikat fidusia perlu putusan pengadilan dalam melaksakan eksekusi?

  • 10 November 2015

    Nita

    Assalamu''alaikum.. Sy minta tolong diberi masukan atas masalah perceraian yang akan saya lakukan, saya bingung bagaimana bunyi alasan cerai saya di dalam gugatan cerai yang akan saya buat. Sebelumnya saya mau bercerita tentang masalah saya. Saya berpacaran dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami saya pada 10 tahun yang lalu. Semasih pacaran kami sudah (maaf) brhubungan badan dan telah memiliki anak yang sekarang berumur 8 tahun. Dan orangtua serta keluarga saya tidak mengetahui hal tersebut. Anak saya itu diasuh oleh orangtua suami saya sejak lahir hingga saya menikah. Saya menikah sekitar 3 minggu yang lalu. Itupun setelah saya sakit hati karena ternyata pacar saya itu selingkuh dan selalu memasukkan seorang perempuan ke kamar kos nya dan diapun selalu ke kamar kos perempuan itu. Sy mengetahui perselingkuhan trsebut sejak bulan 4 tahun 2015 kemarin, dan saya punya bukti2 foto2 kebersamaan mereka di dalam kamar kos, saya mendapatkan foto2 itu dari salinan memori card hp nya yang masih tersimpan di kotak sampah laptop, yang memperlihatkan kedekatan/kebersamaan mereka dan perempuan tersebut melepas hijabnya serta mengenakan pakaian rumah/lengan pendek saat bersama pacar saya di dalam kamar kosnya. Setelah mendapati itu saya terpaksa jujur pada orangtua saya tentang hubungan saya dengan laki-laki tersebut dan tentang bahwa saya telah memiliki anak hasil hubungan (maaf) haram saya dengan dia, agar bisa minta pertanggungjawaban laki2 tersebut. Orangtua dan keluarga saya kaget dan menuntut laki2 tersebut agar bertanggung jawab. Tapi laki2 tersebut dan orangtuanya tidak mau bertanggung jawab karena mereka tidak punya uang (alasannya) untuk melamar/menikah, padahal orangtua saya tidak pernah meminta sejumlah uang sepeserpun. Akhirnya karena marah dan merasa keluarga laki2 terlalu mengada2 dan tidak serius dalam menanggapi masalah saya beserta anak saya, orangtua&keluarga saya sepakat untuk menikahkan saya dengan laki2 tersebut secara paksa agar anak saya bisa memiliki akte lahir untuk bersekolah. Kami pun bersedia, meskipun kami berdua baik saya maupun laki2 tersebut sudah tidak punya rasa lagi bahkan sudah saling membenci, dimana dia sudah mencintai perempuan lain dan sayapun sudah terlanjur sakit hati dan merasa sudah tidak mau lagi bertahan dengan laki2 tersebut. Semua pengurusan pernikahan maupun biaya2 ditanggung oleh orangtua saya. 3 minggu lalu kamipun menikah, kami menikah di rumah penghulu KUA area tempat tinggal saya, dengan status "nikah cerai" oleh penghulu. Orangtua&keluarga serta penghulu sepakat untuk menikahkan saya dengan status tersebut karena mereka sakit hati dengan perlakuan laki2 itu pada saya yang tidak pernah mau berniat untuk bertanggung jawab atas anak yang saat ini sudah brumur 8 tahun, meskipun saya selalu meminta dia bertanggung jawab setiap waktu, dan ditambah lagi saat masih berpacaran dengan saya, dia malah juga selingkuh dengan perempuan lain. Mereka tidak mau setelah menikah, saya dan dia masih bersama. Setelah menikah, kami pulang ke tempat tinggal masing2, tidak bertemu lagi. Saat ini saya sudah mendapatkan akte lahir untuk anak saya lengkap nama ayahnya dan anak saya sudah tinggal bersama saya. Skrg saya ingin mengajukan cerai di PA tapi masih bingung apa alasan cerai saya yang masih usia pernikahan kurang lebih 1 bulan ini agar disetujui hakim dan prosesnya cepat agar mendapatkan surat cerai resmi? Suami saya sudah setuju dengan perceraian agar mendapatkan surat cerai. Mohon bantuannya pak/ibu. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.