Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 26 Maret 2018

    Fariidah Khasnaul

    Saya diancam mantan bos saya dan juga selingkuhannya karena saya berkata jujur tentang mantan bos saya dan selingkuhannya kepada keluarga mantan bos saya. Mereka mengancam saya akan melaporkan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik dan mereka minta uang 20 jt untuk mencabut laporan itu. jika saya tidak memberikannya mereka mengancam akan mengambil paksa adik saya.

  • 2 April 2018

    Dian Wijaya

    Kalau misal ada yang mempidanakan kita dengan alasan menyebar hoax di social media. Apa yang harus dilakukan? Apakah pelaporan dengan bukti yang tidak kuat diterima di kepolisian?

  • 15 Maret 2018

    Adi

    bagaimana keberlakukan perda yang belum disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi ?

  • 13 April 2018

    arief rakhman hakim

    Salam hormat, istri saya adalah penguna fasilitas kredit disalah satu bank yang ada di kalimantan dengan jaminan SK PNS yang ia miliki. Pada awal 2018 dia melakukan pelunasan kredit sebelum jatuh tempo, dan semua berjalan lancar sampai pada saat pengambilan berkas jaminan, Bank tersebut tidak bisa mengembalikan salah satu dari berkas jaminan, yaitu Petikan SK PNS dengan alasan berkas tersebut hilang. Tentu kami tidak bisa menerima hal tersebut karena SK tersebut adalah SK petikan yang hanya terbit 1 kali dan kami akhirnya membuat surat pengaduan namun pihak bank tidak memberikan jawaban yang positif. Dan sangat di sayangkan tanpa ada ijin lisan maupun tertulis / surat kuasa dari istri saya, pihak bank membawa fhotocopy SK tersebut ke Dinas Kepegawaian Daerah untuk meminta legalisir atas fhotocopy SK tersebut kemudian bermaksud untuk menyerahkan kepada istri saya sebagai pengganti SK yang hilang tapi istri saya menolak untuk menerima nya karena Fhotocopy tersebut tidak bisa menggantikan SK asli yang hilang. Istri saya merasa sangat dirugikan atas hilangnya jaminan/agunan tersebut dan merasa tidak dihargai atas tindakan bank yang telah berani mengunakan Fhotocopy SK yang hilang tersebut untuk kepentingan yang lain tanpa ada ijin/surat kuasa, seharusnya agunan hanya sebagai agunan dan kerahasiannya harus tetap dijaga. atas kejadian tersebut diatas, menurut Undang undang yang berlaku, apa saja yang telah di langgar oleh bank? apakah tindakan tersebut diatas bisa di bilang penggelapan walaupun tidak ada faktor kesengajaan atau hanya atas kelalaian? dan atas tindakan bank tersebut diatas, tanpa ada persetujuan nasabah apakah bisa disebut penyalahgunaan wewenang? apakah bisa hal ini saya bawa ke pengadilan tindak pidana dan perdata? terima kasih.

  • 16 Februari 2018

    rusitah

    saya buat akte ijb kuasa. tapi salah tuntut. yg benar 01.yg di. tuntut 02.karena oknum sengaja. yg tanda tangan jg bkn pemilik asli. saya malah di laporkan ke polisi. pemilik asli laporkan saya ke polisi. penipu sebenarnya adiknya. sy hrs bagaimana. tx

  • 20 April 2018

    totok yulianto

    saya membeli tanah dari salah satu kerabat dengan harga Rp 62.500.000,00. Akan tetapi kerabat tersebut mengatakan bahwa pembelian bisa dicicil karena sertifikat memang masih di bank dan berjanji bisa dikeluarkan dalam waktu 1 bulan. Pada saat pemberian uang pertama Rp 10.000.000,00 kerabat mengatakan bahwa sertifikat menunggu 1 bulan lagi, kemuadian selang beberapa waktu kerabat meminta uang lagi untuk tambahan modal sejumlah Rp 25.000.000,00 jadi total uang yang sudah saya serahkab sebanyak Rp 35.000.000,00. Pada saat itu saya minta yang bersangkutan membuat surat pernyataan dan perjanjian bermaterei yang ditandatangani penjual, pembeli dan 1 saksi. Dalam perjanjian tersebut saya memberi kelonggaran bahwa serftifikat bisa ditebus 6 bulan setelah perjanjian (mengingat beliau masih kerabat). Akan tetapi sampai hari H (6 bulan setelah perjanjian) tidak ada kabar, bahkan setelah beberapa bulan kerabat tersebut susah dihubungi. Akhirnya saya coba mencari tahu dan menghubungi pihak bank mengenai sertifikat tersebut, dan memang benar dijaminkan di bank tersebut sejumlah Rp 38.000.000,00 akan tetapi kerabat tidak pernah mengangsur sampai jumlah total menjadi Rp 51.000.000,00. Ketika di bank, saya diskusi dan bercerita mengenai transaksi saya dengan kerabat saya dan uang yang sudah masuk juga. Selang beberapa waktu, pihak bank menginformasi ke saya bahwa kerabat saya menyerahkan hak sepenuhnya kepada pihak bank untuk menjual aset tanah di sertifikat tersebut, yang penting bisa untuk melunasi tanggungan di bank sejumlah Rp 51.000.000,00. Akan tetapi taksiran dari pihak bank dan beberapa pihak bahwa harga tanah tersebut tidak sampai untuk menutup tunggakan di bank Rp 51.000.000 dan uang saya Rp 35.000.000. Yang ingin saya tanyakan, jika nanti ternyata tanah tersebut laku terjual dan memang harga tidak bisa menutup pengembalian uang saya sebesar Rp 35.000.000, apakah kerabat saya tersebut bisa dikenakan pidana, atau bagaimana? Mohon saran terbaik. Terima kasih.

  • 2 April 2018

    Novi

    Selamat siang,, Saya ada mengikuti arisan online di dua arisan, yang mana kedua arisan tersebut merupakan kakak adik kandung. Arisan online dibuka pada bulan juli 2017. Awalnya arisol ini berjalan dengan lancar sesuai dengan kesepatan. Mulai tanggal 28 nopember dimana seharusnya saya harusnya narik malah jd molor dengan berbagai alsasan dan sampai ke bln desember tarikan para member semakin macet bahkan di januari bisa dikatakan tarikan arisan macet total. Alasan dari owner karena macet dari member yg sudah narik lbh dulu. Dan sesuai perjanjian awal dengan para member bahwa owner penanggung jwb penuh. (bicara secara lisan/lwt medsos). Dan setiap kita membuat kesepakatam untuk membentuk arisan kita selalu menyetorkan biaya admin kepada owner sebagai jaminan. Waktu terus berlalu dan sampai saat ini owner belum jg mengembalikan uang member. Bahkan minggu yang lalu owner mengatakan di group arisan tersebut "jangan paksa saya mencicil uang kalian ". Dan owner membuat rekap global masing2 member walaupun sebagian besar tidak sesuai, dan menurut owner uang admin yang sudah diterima tidak akan dikembalikan ke member.,dan saat kita minta perincian sampai saat ini blm digubris .member juga sudah membuat rekapan sebagai revisi dr rekapan yg dibuat tp tidak digubris juga Sebelumnya kita sdh membuat kesepaktan secara tertulis dengan owner bahwa dia akan mencicil untuk termin pertama sampai tgl 3 maret dan termin ke 2 sampai 3 april dan pernyataan tersebut diatas materai. Dan untuk saudara owner yang sarunya yg merupakan owner jg..bahkan blm ada keaepakatan kapan uang membernya bisa dikembalikan .. Pertanyaan saya apakah owner tersebut bisa dikategorikan sebagai penipuan, karena kami juga melihat sendiri bahwa owmer tersebut mengikuti arisan di tempat lain,dan mengatakn kepada owner lain itu dia mau jadi donatur padahal ke member nya dia bilang dia gak punya apa2. Dan kita memiliki screenshoot percakapannya dengan owner lainnya tersebut. Yang ingin saya tanyakan : 1. apakah kami boleh mengambil tindakan hukum dengan melaporkan owner tersebut? 2. Adakah yang menjadi dasar hukum yang kuat untuk melaporkan ybs? Mengingat kita masih buta hukum mohon arahannya apa yang harus dilakukan para member agar kita para membernya tidak menyalahi aturan hukum, mengingat waktu sudah berbulan bulan tidak ada kejelasan dari owner ataupun usaha yang sudah mereka lakukan untuk mencari solusi. Saya informasikan jg bahwa owner jg tidak pernah melakukan tindakan hukum untuk para membernya yang sudah melakukan penarikan. Mengingat kondisi member dengan berbagai kebutuhan bahkan ada arisan teraebut yang sudah tidak berjalan dan sebagian member sudah transfer ke owner akan tetapi saat member memintanya kembali, ownee cenderung tidak merespon. Bahkan jika member minta haknya...owner bahkan selalu memberikan statement yang kurang baik. Mohon bantuannya pak, terima kasih yang sebesar besarnya.

  • 8 April 2018

    Agus salim

    apa bisa LBH yang belum di akreditasi Kemenkumham di pisbakum bisa membawa perkara masyarakt miskin tanpa biaya di Pengadilan negri mataram

  • 5 April 2018

    Lina

    Saya ingin mengetahui sisa masa tahanan teman saya yang terkena masalah pada 14 juni 2014 dengan vonis 6thn subsider 1 kira2 sampai kapan bisa bebas? Apakah teman saya bisa mendapatkan remisi dan bagaimana cara pengajuannya? Thx

  • 9 April 2018

    Nur Hidayati

    Sya ida pekerjaan swasta. punya seorang putri 7th. Skarang dlam masa proses perceraian jelang sidang cerai. Tpi suami ambil paksa anak saya dg dalih ajak makan dan atau jemput sya krja. Trus gk dipulangin. atas gugatan ini karena suami hampir dan tidak prnah manafkahi sya. Disisi lain suami doyan selingkuh. Sebelumnya pnah gugat suami dg hal yg sama, anak sya jg diambil paksa. dan akhirnya suami mnta sya untk cabut perkara, demi anak. pada dasarnya suami bilang tidak sanggup atas uang jajan buat anak sya. Dan sya ikuti, kami pun rujuk bangun nikah. Sy merasa dipermainkan karena suami berbuat hal sama. Sya sangat mohon bantuan bapak, menghadapi agar anak sya bsa sma sya.