Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 5 Maret 2018

    Rezko

    Saya ingin bertanya, bagaimana perlindungan hukum terhadap pasien menurut undang undang, ada kasus pasien menerima kesalahan dalam diagnosa penyakit, hasil pemeriksaan rumah sakt satu dengan yg lainnya berbeda, dari kesalahan diagnosa penyakit tersebut menyebabkan tidak tepatnya pemberian obat penyembuhan dan salahnya dalam memberikan penanganan terhadap penyakit yg sebenarnya di derita dan menyebabkan pasien meninggal dunia, sudah mengajukan gugatan di PN, banding di PT dan akhir di MA ketiganya tidak memenangkan pihak almarhum dengan alasan kurang bukti padahal sudah ada bukti bukti dan menghadirkan saksi ahli

  • 21 Februari 2018

    Ivan hermawan

    Fatimah malik ar'asy.......fatimah binti abdul azis bin saud... Ayah fatimah raja di arab.gambarnya ada di uang..... ada cerita seperti ini yang saya dapat dari kakak ipar ibunya fatimah dan sepupu fatimah yang ikut menjadi tamu pada acara tersebut.utusan ke 2 ayah fatimah mengumpulkan para tetangga dan saudara fatimah yang rumahnya dekat di rumah ibunya fatimah.terkumpul 40 orang lebih.sebagian tamu duduk di luar rumah karena di dalam rumah kepenuhan.semua jendela rumah ibunya fatimah di buka.agar tamu yang di luar rumah bisa melihat ke dalam rumah.lalu utusan ayah fatimah berdiri maju ke depan.ia lalu menceritakan siapa ayah fatimah dan identitasnya kepada para tamu.lalu ia mengeluarkan sebuah bingkai kecil yang di dalamnya terdapat selembar uang.lalu katanya gambar yang ada di uang adalah gambar wajah ayahnya fatimah.lalu ia memanggil ibunya fatimah agar berdiri mendekatinya.ia lalu memberikan bingkai itu pada ibunya fatimah sambil menyalaminya.para tamupun bertepuk tangan.lalu ia juga memberikan surat surat dari ayahnya fatimah.di antaranya surat pengambilan warisan dari pengacara eropa.ia juga menjelaskan soal keluarga ayahnya fatimah.ia bilang ayah fatimah itu raja.raja abdul azis.katanya juga fatimah itu anak pertama.tapi ia perempuan dan sudah lama pergi dari rumah tak tahu kini ada di mana dan keadaanya bagaimana.waktu utusan ke 2 ayah fatimah datang memang fatimah belum pulang dari perginya..katanya adik laki laki faimah yang menggantikan ayah fatimah.tapi kan sekarang fatimah punya keturunan laki laki.beberapa waktu silam ada 2 raja yang namanya sama.yaitu king abdul azis.yaitu saudi arabia dan qatar.fatimah anak pertama..fatimah anak pertama....fatimah anak pertama.....tolonglah saya.....http://www.abdulmalikcipinang.wordpress.com http://www.twitter.com/fatimah_arasy ivan hermawan

  • 11 Januari 2018

    amelia inggiryani

    seseorang dngan nama A adalah pejabat kepala kantor BPN di daerah Aa. yang telah pensiun terhitung tanggal 01 januari 1999... di karenakan SK pensiun terlambat datang ybs masih berkantor dan menandatangi Akta tanah yang telah dalam proses pada tahun 1998 selama ybs menjabat beliau menandatangani Sertifikat tanah per tanggal 5 januari 1999 pada masa itu daerah Aa sedang dalam kondisi rusuh dan blm ada pejabat pengganti... apakah Sertifikat Tanah tersebut bisa dinyatakan SAH karena di TTD oleh pejabat Aa?

  • 16 Februari 2018

    Dhifa

    Dear admin Selamat malam, saya ingin menanyakan perihal pemerasan (menurut saya) yang saya alami. Kronologi : Saya mempunyai tanah, dimana tanah tersebut saat ini sedang saya sewakan, dan habis masa sewa 10 bulan lagi. Dan saya berniat untuk menebus sewa tersebut tetapi kendalanya pihak penyewa meminta tebusan sebesar 25jt. Sedangkan dulu akad sewa menyewa adalah 15jt selama 10thn. Yang ingin saya tanyakan, Apakah hal tersebut bisa dikategorikan sebagai pemerasan??,,,,,,, Dan jika memang sudah kategori pemerasan, bagaimana cara melaporkan hal tersebut sedangkan saya juga pernah konsultasi dengan kepala desa tetapi seakan hal tersebut dianggap wajar??,,,,, Mohon penjelasannya dan terimakasih regard dhifa

  • 17 Februari 2018

    bung moko

    saya dulu bekerja dan izasah di tahan oleh pemberi kerja dan ternyata slip bukti slip pemberian izasah hilang, dan sekarang saya di persulit. bagaimana cara penyelesaian hukum nya?

  • 1 Maret 2018

    lina

    Selamat siang, apakah ada upaya hukum jika selama 2 tahun orang tua angkat anak saya tidak memenuhi janjinya untuk memberikan kabar kepada saya tentang anak saya. Bahkan melarang untuk bertanya tentang anak saya. Sebelumnya saya pernah mentandatangai surat perjanjian bahwa saya tidak berhak atas anak saya, namun saat itu keadaannya saya bingung karena saya belum menikah dan anak saya sudah lahir 3 hari sehingga saya mengambil jalan yang salah. Tpi mereka berjanji jika sya memberikan anak saya, nantinya mereka akan mengabari pertmbuhan anak saya bahkan mereka berjanji membolehkan saya untuk sering2 menengok anak saya jika ada kesempatan. Namun sayangnya, janji itu tdk ada di kertas perjanjian. Saya kesal 2 tahun sudah saya dilarang bertemu anak saya, dgn alasan mereka takut saya akan merbut anak saya kembali. Pdhal saya hanya mau bertemu anak saya. Apakah ada upaya hukum untuk menuntut mereka, atau mengambil kembali anak saya? Mohon penjelasan hukumnya, anak saya sudah umur 2 tahun, katanya saya tidak berhal krn saya cuma hamil dan melahirkan dia saja. Smentara mereka merawatnya smpai skrg, sya tidak terima..

  • 3 Maret 2018

    diah

    Ass.. Maaf kawan kawan mau minta saran dan masukannya: Ada kasus kecelakaan dimana kernek menjadi korban atas sikap ugal ugalan si supir sampai si kernek remuk pada bagian kedua kakinya, sedangkan si supir cuma lecet2 biasa, karena takut dituntut maka si supir siap bertanggung jawab atas kernek sampai sembuh total, namun setelah sebulan berlalu si supir mulai menunjukkan itikad buruknya untuk lepas tgg jawab atas si kernek, lantas bagaimana cara menuntut kembali si supir untuk bertanggung jawab atas si korban.. Mohon saran, masukan, bahkan pencerahannya?

  • 14 Februari 2018

    FAJRI M. SYAMSUDDIN

    Langsung di tahan tanpa di tangkap? Apa bisa?

  • 24 Februari 2018

    Ruslan mamonto

    Saya mau tau kapan kakak saya bisa di pulang kan? Di di vonis 4 tahun 6 bulan dan subsider 3bulan penjara dia sudah mejalan kan hukuman 2 tahun 5 bulan

  • 24 Februari 2018

    yani

    orang tua punya sebidang tanah utk dwariskn, dan menurut kesepakatan anak2ny, tanah itu d sertifikatkn dengan dwakili 1 org anakny,,namun setelah sertifikat itu jdi, anak pemilik nama di sertifikat itu malah ingin mengambil hak tanah tersebut seorang diri(serakah),,dan tidak peduli terhadap bagian waris saudara2nya,, apakah ank yg serakah itu bisa terkena kasus pidana/perdata??