Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 17 Juli 2018

    Diani Indriani

    maaf saya mau tanya, ada orang yg sudah lama menghina saya, dia sebarkan berita jelek tentang saya keorang-orang yang belum pasti kebenarannya, dia juga berkata kasar disocial media dan private messege, menggunakan bahasa binatang dan menjelakan saya... selama ini saya hanya diam tapi sekarang saya sudah tidak tahan, jika saya ingin membawa ini kejalur hukum, bisa atau tidak, dan saya juga ingin tau pasal apa beserta hukumannya, mohon bantuannya...

  • 21 Agustus 2018

    angel

    saya sedang mengalami masalah, saya mempunyai seorang anak berusia 10 bulan tetapi saya dan bapak dr anak saya (A) tidak pernah adanya pernikahan, saya sekarang tinggal dengan keluarga A. Sebenarnya saya ingin selesaikan semuanya dengan baik-baik tp kerap si A selalu mengancam akan mengambil anak saya pertanyaannya : apakah tanpa adanya pernikahan,anak saya bisa tetap hak asuh ada kepada saya? dan apakah ada cara lain untuk memperkuat hak asuh berada kepada saya? dan bagaimana caranya?

  • 27 Juli 2018

    Ariq Wahyu

    Dalam beracara di PA/PN adakah SURAT KUASA KHUSUS PRODEO? Bisakah surat kuasa khusus prodeo dieksepsi? Apa dasar hukumnya bisa/tidaknya di eksepsi?

  • 10 September 2018

    Dian Saputra

    Kronolologi, ini khasus ibu saya, beliau merupakan anak dari perkawinan nenek yang pertama, sejak kira2 usia 2th ibu sudah dirawat oleh ayah tiri dan di daftatkan secara hukum sebagai anak sah dari pernikahan kedua tersebut, sbelumnya nenek sudah memiliki warisan bawaan sebidag tanah dari orangtuanya, dan pada perkawinan kedua memiliki 3 anak. Saat ini nenek dan kakek sudah meninggal, adik ke3 meninggal dan memiliki 1 anak yg di telantarkan suaminya di urus adik ke2 yg tidak menikah dan adik ke2 tersebut baru saja meninggal sehingga anak tersebut di bawah oleh adik ke1. Kakek dan nenek sebelum meninggal sudah membagi warisan secara lisan/ tidak tertulis yaitu ibu saya anak ke1 menerima warisan bawaan yg di miliki nenek sedangkan ke3 adik mendapatkan warisan dari hasil pembelian dari perkawinan nenek dan kakek, ibu di larang meminta lagi dan ibu meng iya kan . Permasalahan, saat ini tinggal ibu saya, adik ke1 dan anak dari adik ke3 , sedangkan semua warisan di kelola adik ke1, ibu meminta haknya dan tidak diberikan oleh adik ke1 , dia mau memberikan dengan syarat ibu harus memberikan sebagian bagiannya ke anak dari adik ke3. Ibu menolak karena anak tersebut sudah memiliki warisan dari ibunya yaitu adik ke3 dan rumah peninggalan kakek nenek dan juga ibu meminta agar warisan dari adik ke2 yg baru saja meninggal diberikan kepada anak tersebuat atau memperbolehkan di bagi dua dengan adik ke1. Adi ke1 tetap tidak terima dan minta di bagi secara hukum/desa, ibu saya saat ini beragama Budha ikut suami dan keluarga dari ibu Muslim semua.Pertanyaan 1. Sesuai hukum UU ibu saya memiliki hak seberapa kuat dalam hukum dan apa cacat hukum karena ibu di daftarkan sebagai anak sah dari perkawinin kedua dlm kenyataan bukan anak biologis dari kakek tiri, apa konsekuensinya ? 2. Tuntutan apa yg harus ibu lakukan karena haknya tidak di berikan, merasa di rugikan karena selama ini belum pernah menggelola warisanya ? Karena kemungkinan adik ibu ingin membawa ke persidangan 3. Secara hukum negara bagaimana cara pembagiannya ? Terima kasih atas jawabnya bapak/ibu

  • 17 September 2018

    Novilla

    Selamat pagi. seminggu yang lalu ada salah satu oknum direksi yang menggunakan nama saya untuk booking kamar hotel yang ditujukan untuk tamunya, tapi alamat email dan no. telpon yang dicantumkan bukan milik saya. Untuk proses check in, rekannya mengajak saya dikarenakan nama yang terdaftar adalah nama saya. Dalam perjalanan ibu tersebut meminta saya untuk mempersiapkan ktp untuk proses check in. Karena saya tidak paham proses administif untuk menginap di hotel, saya mengiyakan saja dan tidak bertanya kenapa harus menggunakan identitas saya. Itulah kesalahan fatalnya. Saat itu saya diminta check in dan minta nomor kamar, sementara ibu tersebut menunggu di mobil dengan anaknya yang berusia 15 tahun. setelah proses check in selesai dan memberikan deposit saya pergi meninggalkan hotel. Selama perjalanan saya jadi kepikiran. 1. identitas tamu yang dimaksud tidak jelas 2. bagaimana kalau nanti sesuatu yang tidak diinginkan terjadi apakah orang tersebut tertangkap kpk, serangan jantung sementara identitas saya terecord disana. Yang membuat saya gelisah, apakah suatu hari jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, data yang terlanjur ada disana bisa menjerumuskan saya ke ranah hukum? apakah yang bisa saya lakukan untuk membela diri jika suatu hari hal tersebut memang terjadi, sementara saya tidak punya alibi yang kuat dan pada saat kejadian. Karena sayangnya ketika itu tidak ada perlawanan secara verbal. Mengapa hal ini membuat saya menjadi paranoid, karena pada saat itu ibu ini bilang ke anaknya "bentar ya nak mama ngurus duit dulu". Secara pengetahuan awam saya merasa mereka sedang menjebak saya dan "cuci tangan" agar suatu hari jika perusahaan di audit atau mungkin "pemilik uang" yang dimaksud terjerat hukum, minimal bukan mereka yang dibawa menuju pengadilan, tapi saya. mohon bantuannya. terima kasih

  • 12 September 2018

    Nova

    Nama saya nova, Kondisi saya saat ini sedang mengandung 4 bulan. Disini saya diselingkuhi oleh suami saya. Dan suami saya sampai saat inipun lebih memilih janda tersebut. Janda itu dijanjikan akan pula dinikahi siri dan sampai diDPin sepeda motor untuk bekerja dia. Disini saya sudah tidak kuat menerima perlakuan suami saya tersebut. Disini saya ingin menanyakan tindakan apa yang tepat saya ambil, apabila saya ingin berpisah dengan suami saya.? Walaupun saat ini saya sedang dalam kondisi hamil. Apakah hak asuh anak akan jatuh ke saya setelah lahiran nanti..? Mohon bantuannya.

  • 24 Juni 2018

    mirra

    salam hormat, saya memberikan Dp 150jt kepada developer yg awalnya saya percaya november 2016,dg janji developer rumah akan selesai 3 bln dan kami melunasi pembayaran dg KPR.karna kami masih awam, kami hanya diberi kwitansi bukti dp,dan tidak di beri surat perjanjian. pada kenyataannya janji developer tidak ditepati. selama hampir 1th baru ada progress pembangunan rumah 20\%, dan lama terhenti. developer terus berikan janji2, dan tidak ada pengesesaiannya. sampai akhirnya kami tambah 100jt lg untuk melanjutkan pembangunan sd selesai 90\%. dan stlah itu developer masih minta uang dan tdk mau menyesaikan sendiri rumah kami. 2018 kami lelah, dan minta dikembalikan semua uang kami tanpa di potong sepeserpun, dg alasan developer tdk menepati janji pd kami. dan dia berjanji dg lisan akan membayar uang kamk setelah ada pembeli rumah kami. tapi setelah rumah kami ada yg membeli dan sudah menempati rumah itu, uang kami belum dilunasi malah dicicil dg janji yang sudah perpuluh kali diberikan pd kami, namun selalu diingkari. pdhal dia menjual rumah kami dan menaikkan harga dan makan sendiri untungnya, pdhal tak ada sepeserpun uangnya di rumah kami tsb. akhirnya saya minta pd developer menandatangani surat pernyataan bahwa dia akan mengembalikan dp kami paling lambat tgl 20 juni 2018,dan dia ttd diatas matrai, saya juga bawa saksi, saya foto dia saat ttd surat tsb. tapi tetap saja tidak menepati janjinya. saya sangat lelah jiwa raga, dan akhirnya habis kesabaran, saya lapor polisi, tapi si developer malah marah dan menggertak kami, dan bersembunyi di belakang pengacaranya.mohon pencerahannya, apa yg harus ya kami lakukan, karna kami awam hukum. wassalam

  • 27 Juli 2018

    Ariq Wahyu

    Adakah nafkah hadlonah terhutang? kalau ada apa dasar hukumnya?

  • 30 Juni 2018

    Eben

    Saya memiliki sebuah grup band dan suka mengcover lagu dari grup band lainnya. Bagaimana dari sisi hukum kalau saya cover atau membawakan lagi dari band lain dan saya rubah sedikit aransemennya lalu saya upload di YouTube.apakah hal ini akan Jadi massalah bagi band saya?

  • 24 September 2018

    pramestji

    apakah foto berdua dengan istri atau suami orang bisa dikatakan selungkuh??