Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum


    BERBUDAYA HUKUM UNTUK HIDUP YANG LEBIH TERARAH :)


     

    peraturan

    “ATURAN DICIPTAKAN UNTUK DILANGGAR??” inilah semboyan yang tanpa sadar kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.setiap hari,setiap waktu ada saja orang yang melanggar peraturan, mulai dari peraturan yang tingkat rendah, sampai peraturan yang high class, wajar saja Berita di TV ga pernah sepi dari wajah-wajah pelanggar hukum. lalu..?? bagamana caranya ya..?? agar orang-orang ini  sadar akan pentingnya BUDAYA HUKUM di negeri ini, sehingga budaya hukum dapat tercipta dengan baik…?? So..pasti..!! semua itu harus berawal dari diri kita sendiri dulu, ya… Paling gak.. Kita tahu mana yang menjadi hak milik kita dan hak milik orang lain.

    KOK GA BOSAN?

    Ngelanggar aturan lalu dihukum, melanggar aturan  lagi dihukum, kok ga ada kapoknya ya? Seakan-akan HUKUM itu dijadikan sebagai sebuah permainan oleh setiap pelanggar hukum, dan seakan hukuman penjara tidak menakuti mereka, mari kita lihat saja contoh sederhana murid sekolah menengah atas dan pengendara sepeda motor yang ngeyel dan ga pernah bosan bosan ditilang oleh polisi karena ga pake helm , ngelanggar jalur busway dan sebagainya, dan dengan sadar kita pun sering melakukannya… bener kan..??:) makanya Ayo..Ayo.. Mulai sekarang kita taat hukum mulai dari hal kecil. Hukum  di buat untuk ditaati ya… Bukan untuk dilanggar…!!! Apa lagi kalo sampai dilanggar oleh pejabat-pejabat yang mengerti hukum…!!! kan Memalukan sekali…!!!

    BEDA KELAS ANTARA HUKUM TERTULIS DENGAN HUKUM ADAT DIMATA MASYARAKAT!

    definisi-hukum-adat

    Lampu lalulintas berwarna merah,tentunya kita akan memilih  berhenti untuk  menunggu lampu berwarna hijau, namun apa yang akan kita lakukan jikalau keadaan sedang panas terik? tentunya kita tidak akan tahan dan lebih memilih untuk membahayakan diri melewati lampu merah,  terlebih jikalau keadaan jalan sedang sepi dan bapak berjas berwarna lemon ga nongol ditempatnya, mikirnya “selama ga ada yang liat ,  ga apa-apalah!”. Iya apa ya?

    Berbeda dengan budaya dan hukum adat dan budaya tidak tertulis disetiap  suku, desa dan agama, semua warga menjalaninya dengan tertib dan tidak pernah melanggar, tak pernah terbesit dipikiran kita untuk melanggar hukum tersebut, kalaupun mau melanggar, kepikiran tuh perkataan kepala desa “mau kite jadiin sate lu??” .Bayangkan saja hukuman yang akan kita terima jikalau melanggar aturan budaya atau agama, kita dikucilkan dalam pergaulan, dibenci oleh warga desa bahkan bisa bisa diusir dari tempat kita tinggal, itu semua jauh efeknya ke diri sendiri ketimbang dipenjara 3 tahun.

    HUKUM KOK TAJAMNYA KE BAWAH..?

    Justice_by_Innos01

    Beberapa bulan yang lalu saya pernah melihat tayangan di Televisi seorang KORUPTOR kaya raya pula… Kok udah kaya KORUPSI ya? tertangkap. Namun fasilitas di dalam penjara kok seperti di hotel berbintang ya? saya mulai berfikir ternyata enak juga ya masuk penjara.Namun setelah beberapa minggu lagi saya melihat sebuah berita di televisi. Seorang nenek miskin yang setiap harinya susah banget nyari makan untuk dirinya, sudah lanjut usia pula.Beliau hanya mencuri ubi milik tetangganya. tapi,kok penjaranya kumuh dan kotor…??.

    Terbesit dalam benak saya, apakah orang yang terlibat kasus hukum itu, Hukumanya di tentukan oleh tingkatan ekonomi? sedangkan dalam  Pasal 27 ,ayat (1) diterangkan bahwa segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjungjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya .Dan pada ayat (2) tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak  bagi kemanusiaan.

    Tuh padahal pasalnya sudah jelas kan?? Jadi kagak ada yang membedakan disini, yang melanggar hukum tetap dihukum sesuai dengan pelanggaran yang ia lakukan. Hukum tidak membeda-bedakan tingkatan Ekonomi seseorang, hukum hanya membedakan Tingkatan pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggar hukum.:).

    BUDAYAKAN HUKUM?

    cropped-budaya_indonesia_ku_by_w2nswd-d4b6w3h1
    Nah idenya adalah, kenapa kita tidak menciptakan taat HUKUM itu menjadi sebuah budaya  baru dan memandangnya seperti hukum adat yang bisa kita  terima dengan akal sehat? bayangkan saja jikalau peraturan pemerintah dijadikan sebuah budaya dan menjadi keharusan oleh setiap orang? tentunnya Indonesia menjadi negara terarah dan menjadi negara termaju sedunia.

    SULIT? tentu saja! akan tetapi kita harus tetap optimis dan selalu mencoba terarah dan taat terhadap aturan, karena sebuah pepatah mengatakan “tidak ada hal yang tidak mungkin dalam hidup ini:) “.

    TERUS MULAINYA DARIMANA?

    Udah ga usah banyak ngoment, kan ada tulisan di iklan “TALK LESS,DO MORE”. Lebih baik banyak melakukan sesuatu daripada banyak ngomong :p , ga susah kok membudayakan aturan, ga musti hafalin KUHP sebuku buat ngejalaninnya,  cukup dengan hal simple yang sering kita lakukan sehari-hari, seperti selalu menaati peraturan lalu lintas, tidak mencuri atau mengambil hak orang lain, tidak merusak fasilitas negara, Tidak berbohong, menaati aturan sekolah atau aturan disekitar kita, tidak membolos sekolah atau jam kerja dan masih banyak hal simple lainnya yang harus kita taati:).

    so, mari kita mulai membudayakan hukum mulai dari sekarang, jika bukan sekarang, kapan lagi? jika bukan kita, siapa lagi? ini bukan semboyan salah satu calon kemaren ya hehe tapi ni memang kata-kata keren banget buat motivasi diri kita untuk menciptakan BUDAYA HUKUM.:)

     

    # Salah Satu Peserta festival Film dan Blog Budaya Hukum Tahun 2015